APAKAH AKU KURANG MENGENAL DIRIKU SENDIRI………?
Terdenging dan menggeliat mataku kearah luar mengarah kedapur yang berantakan.”Dubrak!!!!!!!!!!..CRING..CRING..GUNCRANG……….” ternyata temanku masuk kedapur..membangunkan lamunanku.
“Sory maw ambil gelas…pengen ngopi, ech malah tangan ku usil pake nyenggol piring dimeja,jatuh dech tu piring. Dirimu belom tidur…” Tanya atus temanku dari kuningan..sambil membereskan pecahan piring yang terjatuh .###
Selalu malam – malam ku tak pernah tenang saat beranjak tidur.Melamun seperti menjadi dongeng yang selalu menemani saat-saat sebelum ku terlelap. Entah mengapa kata – kata itu selalu terngiang setiap saat. Mungkin kah ni sebuah ketakutan…atau sebuah pencarian jati diri..
Saya,panggil saja ” ono ” seorang pemuda kampung..tepat nya (……………………..)
Saya memiliki keluarga sederhana yang masih utuh dan lengkap,memiliki satu kakak yang sudah berkeluarga dan seorang adik laki – laki ..masih Sekolah dasar.Bisa dibilang umur saya dan adik terpaut jauh.Kak ku perempuan, hanya berhenti setelah menyelesaikan pendidikan SLTP saja dan memilih menikah.
Entah mengapa, semua cita – cita besar ku belum terwujud,Selalu kegagalan yang lebih sering menemani perjuangan ku. Apakah ini sebuah takdir ataukah rencana allah untuk kehidupanku yang lebih layak !!akupun tak tahu.###
Terkadang sungguh diriku bingung untuk membedakan keduanya. Padahal tanpa pantang menyerah aku telah mengejar impian itu….namun kabar baik itu tak kunjung datang. Sebenarnya sungguh besar impian ini setelah aku terlahir kedunia,dari ingin menjadi pemain Bola kaki professional sampai menjadi seorang dokter namun semuanya hanyalah impian. ####
“Kanjer” Teman satu klub ku dulu menjuluki diriku ,karna memang postur tubuh ku yang cungkring (kurus) dan sedikit tinggi begitu pula dalam bermain bola aku terlihat lumayan lincah dalam memainkannya, untuk itu teman – teman lebih akrab memanggilku si kancil jerapah.Tapi semua itu hanya terjadi beberapa tahun saja setelah tak lolos seleksi liga.
Dengan kondisi badan yang merasa lelah bercampur kecewa karna tak lolos seleksi , sore itu terguyun-guyun aku sampai juga diteras rumah dan langsung merebahkan badan di serambi rumah untuk mengistirahatkan diri .
“Srek…srek….srek..” dari belakang terdengar bundaku tercinta sedang membersihkan lantai seraya melontarkan pertanyaan..
”Lolos mas…….?” Tanya bunda.
“Ndak bun…..” Jawab ku tak bersemangat sambil menengok kearah bunda.
“ Alhamdulilah..”Sontak bunda menyahut Sambil tersenyum mendekat dan mengelus dahiku yang berkeringat.
“Bunda kok seneng sih, anak nya gagal kok bangga” dengan wajah kucel bagai baju yang bertahun –tahun tak disetrika, sahut ku lanjutkan perbincangan.
“ Ndak gitu mas “ dengan logat jawanya yang khas bunda meredam.
“ Lantas “ Sahut ku dengan nada lirih.
“ Bunda sebenarnya ndak suka mas main bola,soalnya dulu..saat bunda maw melahirkanmu bunda sedang di tinggal ayahmu bermain bola demi uang 60 ribu untuk nutup kebutuhan hidup..,mulai saat itu bunda benci sama tu permainan ” bunda bercerita sambil menjelaskan..
“ bunda juga ndak mau dirimu seperti ayah mu setelah kelak dirimu jadi bapak,rasa nya sakit nak seorang istri tak di dampingi suami saat melahirkan.”
“ mengapa bunda gak melarang saja mas main bola !! “ pasti mas maw tanya itu,lanjut bunda saat melihatku menarik napas ingin bertanya.
“kok bunda tahu ya” dalam hatiku tertanya.
“ Bunda ndak maw impian dan cita – cita anak – anak bunda terhalangi ,Bunda juga pernah sepertimu nak. Bersyukur bunda bisa biayai sekolahmu saat ini tanpa ada masalah.Dulu, saat bunda ingin bersekolah harus merengek –rengek dulu sama kakekmu.”Bunda melanjutkan sambil menceritakan masa kecilnya.
“ Saat itu bunda berusia 13 tahun bunda baru dimasukan ke pendidikan sekolah dasar itu pun hanya sampai kelas tiga sudah terhenti, padahal bibimu sudah 3 tahun lebih dahulu bersekolah. Tapi bunda memakluminya nak karena bunda taw saat – saat kesulitan dalam keluarga bunda .soalnya bunda adalah anak wanita tertua dari kakek dan nenekmu jadi harus bisa membantu meringankan beban keluarga membantu mengurusi adik- adik bunda .”Bunda bercerita sabil memijit – mijit pundakku.
“ Makanya banyak – banyak bersyukur sama sang pencipta,bersyukur kita masih di berikan cukup rizki untuk biaya hidup dan sekolahmu .Ya sudah sekarang mandi hari sudah mulai gelap tuh“.Bunda menutup pembicaraan .
Saat itu aku masih duduk dikelas 3 smp, dan saat itulah aku mulai merasa ingin membahagiakan bundaku tercinta dan mulai meninggalkan impianku menjadi pesepakbola.######
Hore…hore…yes…ramai suara siswa siswi sekolah ku riang kegirangan saat itu. Seraya tak maw kalah suara – suara itupun di iringi tangisan lirih beberapa siswa dan siswi.
Hari itu adalah hari penentuan yaitu hari pengumuman kelulusan . Walupun jantungku juga berdebar tak beraturan tapi debaran itu sedikit mereda karena aku optimis akan lulus, pasalnya selama 3 tahun ini nili – nilaiku cukup lumayan dan aku termasuk di kelas favorit berturut-turut yaitu 1A,2A dan 3A .
Saat itu suasana mencekam bagaikan malam di area perang dingin.
Wey…”Duprak!!!!”Sambil melayangkan tangan mungilnya kearah pundakku.
“ Di panggil tu…”Suara manis itu terucap dari bibir sahabatku sambil sedikit membentak.
“ Ngelamun aja …” Lanjutnya lirih.
Dengan sedikit kaget aku terbangun dan menghampiri pak guru untuk mengambil amplop pengumuman.###
Semua amplop telah terbagi dan kami pun segera meninggalkan ruang kelas.
Beranjak belum jauh dari ruang kelas setelah pak guru mulai terlihat jauh meninggalkan kami menuju kantor,kami pun berkumpul berkelompok – kelompok .
“ Kita buka sekarang yuk “ letup Randy salah seorang teman kami.
“ Gak ah w takut “ Sahut salah satu temanku yang memang dia seorang yang penakut.
“ Lulus – lulus !!!!! Kita kan 3A kelas favorit ”tegas Supri temanku yang lain sambil membuka amplopnya dengan penuh percaya diri untuk meyakinkan teman lain. Kami pun terhipnotis dan mengikuti nya.
“ Lulus …….!!!!!!! ” Dengan keras Supri bersorak kegirangan.
Teman yang lain pun menyusul kegirangan melihat hasil amplopnya,begitu juga aku. Tak henti –hentinya bibir ini berceloteh syukur kepadanya. Seakan tak ingin menunda – nunda aku terburu –buru meningalkan teman –teman untuk memberikan kabar baik ini pada keluarga dan terutama bundaku tercinta.###
Selang beberapa hari setelah pembagian ijazah itu,kebahagiaan itu mulai meredup bingung memikirkan kearah mana aku harus melanjutkan pendidikan. Masih terngiang akan kata – kata bunda “Cari Sekolah itu Yang lulus punya keterampilan jadi bisa cepet dapet kerja”sambil menggoreng tahu didepan tungku besar yang panas nasehat bunda saat aku ungkapkan aku pengen melanjutkan sekolah. Hal itu membuatku mengurungkan niat untukku mendaftar disebuah SMU Negeri yang ada didaerahku. Padahal aku berkeinginan untuk masuk disekolah itu untuk mendapatkan kelas ipa sesuai keinginanku dan melanjutkan ke sebuah universitas kedokteran. Seraya memikirkan perekonomian keluargaku yang hanya seorang pengrajin tahu,mungkinkah aku melanjutkan ke dunia kedokteran?? aku memantapkan diri untuk mendaftarkan diri kesekolah kejuruan dan alhamdulilah aku diterima disebuah smk negri Favorit di daerahku, Walaupun sekolah itu lumayan jauh dari rumah.###
Waktu bergulir begitu cepat,tanpa terasa masa pendidkanku di SMK telah berakhir . Dengan nilai yang cukup memuaskan dan sebagai salah satu perwakilan kelas untuk verivikasi jurusan, itu tidak lantas membuatku lebih tenang. Aku harus memikirkan kemana kakiku melangkah untuk karirku masa depan.###
Hari – hari aku lalui seperti biasanya bersemangat bekerja untuk meraih impian. Beberapa pekerjaan pun di dunia permesinan bahkan yang melenceng dari otomotif pun telah aku jalani . Namun aku belum menemukan kesuksesan dalam karirku.Bukan Cuma itu band yang telah aku bangun selama ini yang merupakan salah satu impianku juga luluh lantak karna enggak pernah sukses dalam audisi,terbengkalailah beberapa lagu yang aku coba ciptakan dan kini hanya menjadi bait – bait tumpukan kertas yang berdebu.
Seolah tak ingin menyerah ,Audisi menyanyi tingkat nasional pun coba aku ikuti ( “ walaupun hasilnya tetep sama engga lolos juga “)
“Mungkin aku harus merantau kekota “ Dalam otakku tiba –tiba tertanam kata – kata itu. ### Sekarang aku diberi anugrah melanjutkan study kejenjang yang lebih tinggi setelah dua tahun melanglang negri mencari penghidupan yang lebih layak , karna keterbatasan biaya untuk melanjutkan study. Yang membuat aku merasa aneh sekarang, aku masuk sebuah universitas di bidang computer .Hal yang tak pernah aku duga sebelumnya,padahal dulu aku lulusan smk jurusan otomotif dan setelah kelulusan itupun saya bekerja di sebuah bengkel yang tidak ada sangkut pautnya dengan bidang perkomuteran. “ mengapa aku bersikeras memilih jurusan itu” Tanda Tanya besar dalam benakku.Sesaat itupun aku teringat sebuah mata kuliah yang saat ini baru aku jalani “character building” Mungkinkah aku kurang mengenal diriku sendiri…? Kata – kata itu selalu terngiang mengganggu dan menjadi bahan lamunanku sebelum lelap tidurku.Tapi aku harus tetap bersemangat dan yakin impian besar itu suatu saat akan terwujud .


